Cara membaca label gizi kemasan dimulai dari satu baris yang paling sering dilewati orang: takaran saji. Semua angka di tabel Informasi Nilai Gizi dihitung per 1 takaran saji, jadi tulisan 90 kkal di sebuah botol bisa berarti 180 kkal begitu kamu habiskan seluruh isinya.
Kesalahan kecil ini yang bikin banyak orang merasa sudah memilih produk rendah kalori, padahal asupan gulanya sudah lewat setengah batas harian sebelum jam makan siang.
Artikel ini membahas urutan membaca tabel gizi dari atas ke bawah, arti %AKG, cara mengecek klaim “rendah gula” dan “tanpa tambahan gula”, serta label Nutri-Level berwarna yang mulai masuk ke kemasan minuman sejak 2026.
Kenapa Label Gizi Sering Bikin Salah Paham
Badan Pengawas Obat dan Makanan mewajibkan setiap pelaku usaha mencantumkan Informasi Nilai Gizi (ING) pada label pangan olahan. Aturannya sekarang ada di Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan, yang terbit 9 Juni 2026 dan mencabut tiga aturan lama sekaligus, termasuk Peraturan BPOM No. 26 Tahun 2021.
Masalahnya, tabel itu dirancang mengikuti standar teknis, bukan mengikuti cara orang belanja. Angkanya dihitung per takaran saji, sementara kamu biasanya menghabiskan satu kemasan penuh.
Ada tiga jebakan yang paling sering muncul:
- Takaran saji lebih kecil dari isi kemasan. Botol 500 ml dengan takaran saji 250 ml berarti angka gizinya harus dikali 2
- Satuan berbeda antar produk. Gula ditulis dalam gram, natrium dalam miligram, dan keduanya sering tertukar saat dibandingkan
- Klaim di depan kemasan terasa lebih meyakinkan daripada tabel di belakang. Tulisan “less sugar” tidak selalu berarti kandungan gulanya rendah menurut standar BPOM
Konteksnya penting. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut pada Juli 2026 bahwa penyakit tidak menular menyumbang sekitar 75 persen kematian di Indonesia, dengan 22 juta penduduk mengidap diabetes dan 31 juta jika pradiabetes ikut dihitung. Kemenkes mencatat beban pembiayaan BPJS untuk gagal ginjal naik dari Rp 2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp 13,38 triliun pada 2025.
Siapkan 3 Angka Ini Sebelum Membaca Label
Tabel gizi hanya berguna kalau kamu punya pembanding. Kementerian Kesehatan sudah menetapkan batas hariannya lewat Permenkes No. 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak.
| Komponen | Batas Harian Orang Dewasa | Setara Dengan | Baris yang Dicek di Label |
|---|---|---|---|
| Gula | 50 g | 4 sendok makan gula pasir | Gula total |
| Garam (natrium) | 2000 mg natrium | 1 sendok teh garam (5 g) | Garam (Natrium) |
| Lemak total | 67 g | 5 sendok makan minyak | Lemak total |
Sumber: Permenkes No. 30 Tahun 2013 dan Direktorat P2P Kementerian Kesehatan
Permenkes yang sama mewajibkan pesan kesehatan pada produk tertentu dengan bunyi: konsumsi gula lebih dari 50 gram, natrium lebih dari 2000 miligram, atau lemak total lebih dari 67 gram per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.
Angka ini sejalan dengan WHO. Lembaga tersebut menganjurkan asupan gula bebas di bawah 10 persen dari total energi harian, setara sekitar 50 gram untuk kebutuhan 2000 kkal, dan menyarankan penurunan sampai di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram untuk manfaat tambahan. Untuk garam, WHO menetapkan batas kurang dari 5 gram per hari atau setara 2.000 mg natrium.
Simpan tiga angka itu di catatan ponsel. Semua langkah di bawah ini akan mengacu ke sana.
Cara Membaca Label Gizi Kemasan dalam 6 Langkah
1. Cek takaran saji dan jumlah sajian per kemasan
Baris paling atas tabel selalu memuat takaran saji dalam gram atau mililiter, diikuti ukuran rumah tangga seperti sendok makan atau gelas. Di bawahnya ada jumlah sajian per kemasan.
Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 mewajibkan tabel ING dihitung per 1 takaran saji, dan jumlah takaran saji itu harus terpenuhi dari satu kemasan utuh. Kalikan semua angka dengan jumlah sajian kalau kamu berniat menghabiskan produknya sekali duduk.
2. Baca energi total sebagai gambaran kasar
Energi total memberi tahu berapa kalori yang masuk per sajian. Pakai angka ini untuk membandingkan produk sejenis, misalnya dua merek biskuit dengan berat yang sama.
Satu catatan teknis: BPOM mengatur pembulatan energi ke kelipatan 5 kkal terdekat untuk kandungan antara 5 kkal sampai 50 kkal per sajian. Tulisan 20 kkal bisa berasal dari hasil analisis 22 kkal.
3. Turun ke gula, garam, dan lemak lebih dulu
Zat gizi yang wajib dicantumkan meliputi energi total, lemak total, lemak jenuh, protein, karbohidrat total, gula total, dan garam. Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 menyempurnakan istilah “gula” menjadi “gula total”, yang berarti angka itu mencakup gula alami dan gula tambahan sekaligus.
Bandingkan langsung dengan tiga angka batas harian tadi. Satu botol minuman dengan 30 gram gula sudah memakai 60 persen jatah gula harianmu.
4. Pahami arti %AKG dan catatan kaki di bagian bawah
%AKG menunjukkan kontribusi satu sajian terhadap kebutuhan harian rata-rata. Angka 25% AKG lemak total berarti satu sajian menyumbang seperempat kebutuhan lemak harian versi acuan label.
Catatan kaki bertuliskan miring di dasar tabel menjelaskan dasar hitungannya, yaitu kebutuhan energi 2150 kkal untuk kelompok umum. Untuk ibu hamil acuannya 2510 kkal dan ibu menyusui 2615 kkal. Nilai acuan lain yang dipakai antara lain protein 60 g, lemak total 67 g, lemak jenuh 20 g, karbohidrat total 325 g, dan serat pangan 30 g.
Ada satu hal yang perlu kamu perhatikan: baris gula tidak punya kolom %AKG. Format resmi tabel ING hanya mencantumkan gula dalam gram. Alasannya, BPOM memang tidak menetapkan angka acuan label untuk gula, sehingga kamu harus membandingkannya sendiri dengan batas 50 gram per hari.
5. Baca daftar bahan atau komposisi
BPOM mewajibkan nama bahan disusun berurutan mulai dari yang paling banyak digunakan. Gula yang muncul di urutan kedua atau ketiga menandakan porsinya besar dalam produk tersebut.
Gula juga punya banyak nama di daftar komposisi: sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung fruktosa tinggi, dekstrosa, maltodekstrin, madu, dan konsentrat sari buah. Produsen boleh memakai beberapa jenis sekaligus, sehingga masing-masing tampak berada di urutan bawah.
Bagian ini juga tempat kamu mengecek keterangan alergen seperti susu, telur, gandum, kedelai, ikan, dan kacang tanah, ditambah nomor izin edar. Kode BPOM RI MD menandakan produksi dalam negeri, sedangkan BPOM RI ML menandakan produk impor.
6. Cocokkan klaim di depan kemasan dengan angka di belakang
Klaim gizi punya syarat kuantitatif yang diatur Peraturan BPOM No. 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Kalau angkanya tidak memenuhi syarat, klaimnya tidak boleh dicantumkan.
Balik kemasannya dan hitung sendiri. Detail syarat setiap klaim ada di tabel bagian berikutnya.
Contoh Perhitungan: Membandingkan 2 Botol Minuman
Dua produk di rak yang sama sering terlihat setara sampai kamu menghitung per kemasan.
| Informasi di Label | Minuman A (500 ml) | Minuman B (500 ml) |
|---|---|---|
| Takaran saji | 250 ml | 500 ml |
| Sajian per kemasan | 2 | 1 |
| Gula per sajian | 15 g | 26 g |
| Gula per botol | 30 g | 26 g |
| Porsi dari batas 50 g per hari | 60% | 52% |
Ilustrasi perhitungan berdasarkan format tabel Informasi Nilai Gizi BPOM
Minuman A terlihat lebih ringan di rak karena angka per sajiannya lebih kecil. Begitu kamu habiskan satu botol, Minuman A justru menyumbang gula lebih banyak.
Kalau kamu sedang menata pola makan harian secara menyeluruh, cara membaca label gizi ini akan lebih berguna saat dipasangkan dengan panduan makanan sehat sehari-hari yang mengatur porsi piring dan batas harian sekaligus.
Mengenal Nutri-Level, Label Warna yang Mulai Muncul di Kemasan
Pemerintah menambahkan sistem penilaian di bagian depan kemasan bernama Nutri-Level. Kementerian Kesehatan menerbitkannya lewat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 pada 14 April 2026 untuk minuman siap saji, misalnya boba, teh tarik, kopi susu aren, dan jus yang dijual pelaku usaha skala besar.
Sistemnya memakai kombinasi huruf dan warna. Penentuannya memakai kandungan gula, garam, dan lemak jenuh per 100 mililiter.
| Level | Warna | Gula (per 100 ml) | Garam/Natrium (per 100 ml) | Lemak Jenuh (per 100 ml) |
|---|---|---|---|---|
| A | Hijau tua | 1 g atau kurang dan tanpa pemanis tambahan | 5 mg atau kurang | 0,7 g atau kurang |
| B | Hijau muda | Di atas 1 g sampai 5 g | Di atas 5 mg sampai 120 mg | Di atas 0,7 g sampai 1,2 g |
| C | Kuning | Di atas 5 g sampai 10 g | Di atas 120 mg sampai 500 mg | Di atas 1,2 g sampai 2,8 g |
| D | Merah | Di atas 10 g | Di atas 500 mg | Di atas 2,8 g |
Sumber: Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji
Tiga hal yang perlu kamu tahu soal cara kerjanya:
- Huruf yang ditampilkan mengikuti komponen terburuk. Minuman dengan gula setara level B tetapi lemak jenuh setara level D akan menampilkan huruf D
- Gula di sini tidak menghitung laktosa, sehingga susu tidak otomatis masuk level tinggi karena gula alaminya
- Level A dilarang memakai bahan tambahan pangan pemanis dalam bentuk apa pun, sementara level B hanya boleh memakai pemanis alami
Untuk produk kemasan pabrikan, BPOM mengatur hal serupa lewat Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026. Pasal 27 mewajibkan minuman siap konsumsi, minuman bubuk, dan konsentrat mencantumkan Nutri-Level di bagian depan kemasan, dengan masa transisi sampai 17 Juni 2028. Kriteria BPOM untuk pangan olahan kemasan memakai rentang yang sedikit berbeda dari versi Kemenkes, jadi bandingkan produk kemasan dengan sesama produk kemasan.
Selain Nutri-Level, kamu mungkin masih menemukan logo lingkaran hijau bertuliskan “Pilihan Lebih Sehat”. Logo itu menandakan produk memenuhi kriteria gizi tertentu dibandingkan produk sejenis, bukan jaminan produk tersebut sehat dalam jumlah berapa pun.
Arti Klaim di Kemasan Menurut Aturan BPOM
Tabel berikut merangkum syarat klaim yang paling sering muncul di rak minimarket, mengacu pada Peraturan BPOM No. 1 Tahun 2022.
| Klaim | Syarat Menurut BPOM | Catatan untuk Kamu |
|---|---|---|
| Rendah energi | Maksimal 40 kkal per 100 g (padat) atau 20 kkal per 100 ml (cair) | Kalori rendah tetap bisa datang bersama natrium tinggi |
| Bebas energi / 0 kalori | Maksimal 4 kkal per 100 g atau 100 ml | Umumnya memakai pemanis buatan |
| Rendah gula | Maksimal 5 g per 100 g atau 2,5 g per 100 ml | Hitung ulang per kemasan, bukan per 100 ml |
| Bebas gula | Maksimal 0,5 g per 100 g atau 100 ml | Karbohidrat totalnya bisa tetap tinggi |
| Tanpa penambahan gula | Tidak ada gula berkalori yang ditambahkan, termasuk madu dan konsentrat sari buah | Gula alami dari bahan tetap ada dan wajib dinyatakan |
| Rendah lemak | Maksimal 3 g per 100 g atau 1,5 g per 100 ml | Produk rendah lemak sering menaikkan gula untuk rasa |
| Bebas lemak | Maksimal 0,5 g per 100 g atau 100 ml | Cek lemak jenuh dan lemak trans secara terpisah |
| Rendah natrium | Maksimal 120 mg per 100 g | Untuk hipertensi, lihat juga total per kemasan |
| Bebas natrium | Maksimal 5 mg per 100 g | Jarang ditemui pada makanan olahan gurih |
Sumber: Peraturan BPOM No. 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan
BPOM juga melarang klaim yang menyatakan atau menyiratkan pencegahan, pengobatan, dan penyembuhan penyakit. Tulisan seperti “aman untuk penderita diabetes” atau “mencegah penyakit jantung” tidak boleh muncul di kemasan pangan olahan.
5 Kesalahan Umum Saat Membaca Label Gizi
1. Menyamakan gula dengan karbohidrat total. Karbohidrat total mencakup pati, serat, dan gula sekaligus. Roti gandum dengan karbohidrat 30 gram bisa hanya mengandung 2 gram gula.
2. Menganggap %AKG berlaku personal. Persentase itu memakai acuan 2150 kkal. Pekerja lapangan dan pekerja kantoran punya kebutuhan energi yang jauh berbeda, jadi perlakukan %AKG sebagai perkiraan kasar.
3. Mengira angka di label presisi mutlak. Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 memberi batas toleransi hasil analisis minimal 80 persen dan maksimal 120 persen untuk energi, lemak, kolesterol, gula total, dan garam. Selisih kecil antara label dan hasil uji masih tergolong wajar.
4. Mengabaikan natrium pada makanan manis. Roti manis, biskuit, dan sereal kemasan menyumbang natrium dalam jumlah yang sering mengejutkan. Cek barisnya walaupun produknya terasa manis.
5. Berhenti di klaim depan kemasan. Gambar buah segar di kemasan tidak menjamin produk mengandung buah dalam porsi berarti. BPOM mewajibkan persentase bahan dicantumkan pada daftar komposisi kalau gambar bahan itu ditampilkan.
Kebiasaan mengecek label akan lebih terasa manfaatnya kalau kamu juga merapikan cara belanja dan menyimpan bahan segar. Panduan cara menyimpan sayur agar tidak cepat layu bisa membantu mengurangi ketergantungan pada produk kemasan.
Produk yang Memang Tidak Punya Tabel Informasi Nilai Gizi
Beberapa produk dikecualikan dari kewajiban ini, jadi tidak perlu curiga saat tabelnya tidak ada. Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 mengecualikan kopi bubuk, kopi instan, kopi dekafein, biji kopi, teh kering, air minum dalam kemasan, air soda, herba, rempah-rempah, bubuk ngohyang, bawang hitam, cuka makan, ragi, dan bahan tambahan pangan.
BPOM juga melarang pencantuman Informasi Nilai Gizi pada label minuman beralkohol.
Untuk produk yang ditujukan bagi anak, acuannya berbeda dari kelompok umum. Kamu bisa menyesuaikannya dengan panduan nutrisi anak sesuai usia sebelum memutuskan produk mana yang masuk ke keranjang belanja.
Hasil yang Bisa Kamu Harapkan
Setelah terbiasa, proses ini memakan waktu sekitar 15 detik per produk. Kamu akan mulai menyadari pola tertentu, misalnya minuman kemasan 350 ml yang rutin menyumbang 25 sampai 35 gram gula, atau mi instan yang menghabiskan separuh jatah natrium harian dalam satu bungkus.
Label gizi memberi informasi, sedangkan keputusan tetap ada di tangan kamu. Untuk kondisi khusus seperti diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, atau kehamilan, konsultasikan target asupan harianmu dengan dokter atau ahli gizi karena angka umum di artikel ini belum tentu cocok.
FAQ
Apa arti %AKG pada label gizi?
%AKG adalah persentase kontribusi satu sajian produk terhadap kebutuhan zat gizi harian. Angka ini dihitung memakai acuan energi 2150 kkal untuk kelompok umum, sesuai catatan kaki yang tercantum di bagian bawah tabel. Kebutuhanmu bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung usia, berat badan, dan aktivitas.
Kenapa gula tidak punya %AKG di tabel informasi nilai gizi?
Format resmi tabel Informasi Nilai Gizi mencantumkan gula dalam gram saja tanpa persentase AKG. BPOM tidak menetapkan angka acuan label untuk gula seperti pada lemak atau protein. Bandingkan angkanya secara manual dengan batas 50 gram per hari dari Permenkes No. 30 Tahun 2013.
Apakah produk berlabel “tanpa penambahan gula” berarti bebas gula?
Tidak. Klaim itu hanya berarti produsen tidak menambahkan gula berkalori, termasuk madu dan konsentrat sari buah, selama proses produksi. Gula alami dari bahan seperti buah atau susu tetap ada, dan BPOM mewajibkan keterangan tentang kandungan gula alami tersebut dicantumkan.
Kapan label Nutri-Level mulai wajib ada di kemasan?
Kemenkes menerbitkan aturan Nutri-Level untuk minuman siap saji pada 14 April 2026 dan memulainya dari pelaku usaha skala besar. Untuk pangan olahan kemasan, Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 memberi masa transisi sampai 17 Juni 2028 sebelum kewajiban itu berlaku penuh. Sampai saat itu, kamu akan menemukan campuran produk yang sudah dan belum memakainya.
Bagaimana cara cepat membandingkan 2 produk dengan ukuran kemasan berbeda?
Ubah semua angka ke satuan per 100 gram atau per 100 mililiter, lalu bandingkan. Caranya, bagi kandungan per sajian dengan takaran sajinya, kemudian kalikan 100. Metode ini juga yang dipakai pemerintah untuk menentukan level pada sistem Nutri-Level.
Cek Angkanya Dulu, Baru Percaya Tulisan di Depan Kemasan
Inti dari cara membaca label gizi ada di dua langkah: kalikan angka gizi dengan jumlah sajian per kemasan, lalu bandingkan hasilnya dengan batas harian 50 gram gula, 2000 mg natrium, dan 67 gram lemak. Mulai dari satu produk yang paling sering kamu konsumsi minggu ini, misalnya minuman kemasan favorit atau camilan di laci meja kerja.
Aturan labelnya sedang berubah sampai 2028, sehingga dua produk sejenis bisa memakai format label yang berbeda selama masa transisi. Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, angka umum di artikel ini perlu disesuaikan bersama dokter atau ahli gizi.
Kalau artikel ini membantu, bagikan ke orang tersayang yang mungkin lagi butuh informasi ini.